AIFFA 2025 Ditutup dengan Kemenangan Film Horor Kamboja Tenement dan Selebrasi Akbar Sinema Asia Tenggara

KUCHING, SARAWAK – Malam tadi, 15 November 2025, ASEAN International Film Festival & Awards (AIFFA) 2025 menyelenggarakan Malam Gala dan Seremoni Anugerah Penghargaan untuk menutup rangkaian edisi tahun ini dengan meriah di Collosseum Ballroom, Hotel Pullman Kuching.

AIFFA tahun ini mencatat rekor 200 submisi, menandakan ekspansi pengaruh yang makin meluas di antara negara-negara ASEAN. Livan Tajang, festival director AIFFA menyatakan dalam sambutannya, “Submisi karya-karya film yang kami terima tahun ini sangat kompetitif dengan kombinasi para veteran industri terdepan hingga talenta-talenta baru yang menyegarkan. Dan ini menurut saya adalah indikasi yang baik terhadap kelangsungan dan harapan panjang film-film Asia Tenggara dalam mempromosikan budaya lewat penceritaan sinema yang kuat”.

Ketua Dewan Juri sutradara ternama Malaysia, Uwei Haji Saari mengatakan, “Edisi tahun ini juga menunjukkan komitmen yang besar dari AIFFA sebagai sebuah festival film bercitarasa internasional untuk mengangkat film-film regional ASEAN, di mana beragam suara dan visi kreatif filmmaker lintas generasi tetap diharapkan semakin bisa merefleksikan tumbuh kembang sinema Asia Tenggara yang kian pesat di masa depan. Pendeknya, rekor submisi ini benar-benar merupakan perpaduan ambisi dan pencapaian gemilang”.
Sementara anggota juri internasional Herman Van Eyken menambahkan, “Malam ini kita tidak hanya sedang merayakan film, tetapi juga budaya, identitas dan inovasi. Kami semua merasa sangat terhormat bisa menyaksikan kisah-kisah dan penceritaan baru dalam karya sinematik yang bisa melintas dan mendobrak batasan-batasan regional yang ada”.
Dihadiri para tamu kehormatan, Datuk Patinggi Tan Sri (Dr) Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg, Perdana Menteri Sarawak dan Menteri Keuangan dan Ekonomi Baru, Sumber Daya Alam dan Pengembangan Kota, Energi dan Pelestarian Lingkungan. Bersama tamu festival spesial yang ditunggu, aktor Hong Kong legendaris Simon Yam yang berpesan “Teruslah merasa lapar” untuk belajar demi pencapaian-pencapaian karya yang lebih lagi, kehadiran mereka menambah kemewahan gelaran Malam Gala AIFFA yang dipenuhi bintang-bintang dan superstar sinema Asia Tenggara.

Selain itu AIFFA juga menghadirkan rangkaian pengisi acara antarbangsa antara lain diva musik Indonesia Ruth Sahanaya, seniman multitalenta Malaysia dari penyair, penyanyi, penulis dan komposer lagu, juga produser dan aktor senior Dato’ M Nasir, penyanyi Malaysia Mimifly serta penampilan spesial lain dari artis-artis Malaysia seperti Vince Chong, Ronnie, Sandra Lim di antara para selebriti pembaca nominasi dari berbagai negara ASEAN. Hadir pula sebagai bintang tamu peraih penghargaan khusus pencapaian seumur hidup tahun ini, sutradara kawakan Filipina, Lav Diaz.

Menutup Malam Gala-nya dengan meriah dan gemilang sambil menyampaikan apresiasi terhadap filmmaker, partner, sponsor dan seluruh audiens, AIFFA 2025 diharapkan terus bisa menjadi testamen terhadap kekuatan sinema Asia Tenggara yang tak hanya berpotensi menyatukan lintas budaya yang ada, tapi juga menginspirasi generasi-generasi baru dan memperkuat hubungan kreatif di wilayah Asia Tenggara bahkan lebih lagi. Kuching, dalam hal ini merupakan pilihan yang tepat sebagai sentra sinema Asia Tenggara dengan perpaduan budaya 2 bangsa yang unik serta nuansa alaminya untuk mengangkat eksistensi dan presentasi sinema ASEAN di panggung global. Sampai jumpa di AIFFA edisi mendatang!

Berikut adalah daftar lengkap pemenang dan peraih penghargaan khusus di AIFFA 2025.
BEST SCREENPLAY: The Gospel of The Beast – Philippines
BEST FILM EDITING: Inside the Yellow Cocoon Shell – Vietnam
BEST CINEMATOGRAPHY; Some nights I feel like walking – Philippines
BEST SUPPORTING ACTRESS: Sweet Qismina “Babah” – Malaysia
BEST SUPPORTING ACTOR: Ronnie Lazaro “The Gospel of the Beast” – Philippines
BEST ACTRESS: Yunita Siregar “Home Sweet Loan” – Indonesia
BEST ACTOR; Wu Kang-Ren “Abang Adik” – Malaysia
BEST DIRECTOR: Pham Thien An “Inside the Yellow Cocoon Shell” – Vietnam
BEST FILM: Tenement – Cambodia
SPECIAL JURY AWARD: Tegkang – Malaysia dan Waiters – Brunei
ASEAN SPIRIT AWARD: Mbutik – Indonesia
LIFETIME ACHIEVEMENT AWARD: Lav Diaz
ASEAN INSPIRATION AWARD: Simon Yam

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *