CROCODILE TEARS, RAIH DUA PENGHARGAAN DI JFW 2025

CROCODILE TEARS, RAIH DUA PENGHARGAAN DI JFW 2025

CROCODILE TEARS, RAIH DUA PENGHARGAAN DI JAKARTA FILM WEEK 2025, SEGERA AKAN TAYANG DI INDONESIA

Film debut Tumpal Tampubolon kembali menunjukkan pencapaiannya di kancah sinema Indonesia dan dunia.

Jakarta, 27 Oktober 2025 — Setelah tayang di berbagai festival internasional seperti Toronto International Film Festival (TIFF), Busan International Film Festival (BIFF), BFI London Film Festival dan SITGES Film Festival di Spanyol, film Crocodile Tears karya sutradara Tumpal Tampubolon yang akan segera tayang di Indonesia, berhasil memenangkan dua penghargaan utama di Jakarta Film Week 2025, yaitu Direction Award dan Nongshim Award for Feature Film. Di ajang tahunan yang digelar di Jakarta tersebut, Crocodile Tears menerima Direction Award sebagai penghargaan untuk Film Panjang Indonesia Terbaik di kategori Kompetisi.

Dalam pernyataan resminya, Dewan Juri menyampaikan penilaiannya pada film Crocodile Tears, “Penghargaan Penyutradaraan diberikan kepada sebuah kisah gelap yang digarap dengan penguasaan penuh dalam aspek cerita, visual, dan akting. Sutradaranya berhasil membawa penonton menyelami dunia mimpi buruk yang memikat, dipenuhi obsesi kelam dan sosok-sosok menyeramkan.”


Selain itu, Dewan Juri juga menyoroti peran penting produser dalam mewujudkan sinema yang berani dan di luar arus utama, “Melalui Penghargaan Nongshim, kami para juri ingin menekankan peran penting seorang produser. Karena film yang berbeda dan menggugah pikiran sering kali sulit mendapatkan dukungan dari jalur industri arus utama, peran produser yang setia dan berkomitmen menjadi sangat penting. Film dengan pendekatan genre yang segar dan berani ini bisa terwujud berkat produser yang konsisten mendukung visi sang sutradara.”

Dewan Juri Jakarta Film Week 2025 untuk Direction Award dan Nongshim Award Feature adalah figur-figur yang berpengaruh di dunia perfilman internasional. Amanda Nell Eu (Malaysia) merupakan sutradara Tiger Stripes, film pemenang Grand Prize di Cannes Critics’ Week 2023 sekaligus wakil resmi Malaysia di ajang Oscar. Keiko Funato (Jepang–Prancis) adalah pendiri Alpha Violet, perusahaan pemasaran film internasional berbasis di Paris yang dikenal mempromosikan karya-karya sinema independen dan art-house dari berbagai negara; sebelumnya ia berkarier di Celluloid Dreams dan Uplink Co.

Sementara itu, Paolo Bertolin (Italia) adalah programer dan kurator film yang pernah bertugas di festival bergengsi seperti Venice, Cannes, dan Rotterdam, serta kini menjabat sebagai Artistic Director di New Zealand International Film Festival. Kolaborasi ketiganya menghadirkan perspektif global yang memperkaya proses penjurian dan menjadikan
kemenangan Crocodile Tears sebagai pengakuan yang signifikan di ranah sinema internasional.

Crocodile Tears merupakan film panjang pertama Tumpal Tampubolon, dengan naskah yang ia tulis sendiri dan diproduseri oleh Mandy Marahimin. Film ini berkisah tentang Johan yang tinggal bersama ibunya, Mama, di Taman Buaya. Mama percaya bahwa seekor buaya puti di taman itu adalah suaminya sekaligus ayah Johan. Ia melarang Johan berhubungan dengan dunia luar hingga suatu hari Johan bertemu dengan Arumi dan jatuh cinta. Ketika
Arumi hamil dan Johan mengajaknya tinggal di Taman Buaya, sikap Mama perlahan berubah semakin ganjil dan menegangkan. Dibintangi oleh Yusuf Mahardika, Marissa Anita, dan Zulfa Maharani, film ini menghadirkan perpaduan antara realisme magis dan teror psikologis dalam balutan visual yang memikat.

Menyambut kemenangan di Jakarta FIlm Week 2025, Tumpal Tampubolon menyatakan, “Kami sangat bersyukur dan senang atas kemenangan Crocodile Tears di JFW, rasanya sudah tidak sabar menunggu penonton Indonesia bisa segera menyaksikan film ini di bioskop.” Produser Mandy Marahimin juga menambah, “Senang sekali rasanya bisa membawa Crocodile Tears ke Jakarta Film Week, dan memberikan kesempatan kepada teman-teman di Jakarta untuk menontonnya. Kami sangat berterima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Dewan Juri untuk film kami. Semoga sesaat lagi film ini bisa ditonton juga di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia.”

Sejak pemutaran perdananya di Toronto International Film Festival 2024, Crocodile Tears terus menarik perhatian festival dan penonton internasional berkat kekuatan narasi, imaji visual yang kuat, serta kedalaman tema yang diusung. Dua penghargaan yang diraih di Jakarta Film Week semakin menegaskan posisi Crocodile Tears sebagai salah satu film terbaik Indonesia. Setelah melanglang buana dan disaksikan penonton di seluruh dunia, Crocodile Tears akan segera pulang dan bisa disaksikan oleh penonton di rumah asalnya, Indonesia.

Film ini diproduksi oleh Talamedia bekerja sama dengan Acrobates Films, Giraffe Pictures, Poetik Films, dan 2Pilots Filmproduction, serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan E-Motion Entertainment. Ikuti akun media sosial resmi Talamedia untuk informasi terbaru mengenai film Crocodile Tears.

Hashtag : #crocodiletears
Instagram : @talamedia_co
Twitter/X : @talamedia_co
TikTok : @talamedia_co
YouTube : @talamedia_co
Website : talamedia.co

Kontak Media
thePUBLICIST
––
Emira P. Pattiradjawane
Email : kontak.thepublicist@gmail.com

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *